Pengajian Wapena Innsbruck, 11 Januari 2015: Tujuh Tanda Kebahagiaan di Dunia

 

 

 

Alhamdulillahirabbil‘alamin, untuk mengawali tahun 2015 yang baik ini, tepatnya pada tanggal 11 Januari 2015, Wapena Cabang Innsbruck kembali menyelenggarakan pengajian bulanan yang kali ini bertempat di kediaman Simon dan Deniya Rangger di Soelden, Tirol. Pada pengajian kali ini, kebahagiaan anggota Wapena Innsbruck pun bertambah dengan kehadiran putra kedua keluarga Rangger, yaitu Thareq Habibie Rangger, yang lahir pada tanggal 11 Desember 2014.

Wapena cabang Innsbruck juga sangat berterima kasih kepada bapak Idris Eko Putro dari Muenchen yang telah bersedia hadir mengisi kajian dengan tema “7 hal yang membuat kita bahagia di dunia”.

Pada surah Al Qashash ayat 77, Allah SWT berfirman: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. Ayat tersebut menyatakan bahwa manusia hendaknya hidup seimbang di dunia ini, yaitu beribadah sebaik-baiknya untuk kehidupan di akhirat kelak, namun tidak melupakan hidup sebaik-baiknya dan bermanfaat di dunia. Oleh karena itu, Ibnu Abbas RA meriwayatkan 7 hal yang dapat membuat kebahagiaan sejati di dunia, menurut tuntunan Al Quran dan Hadits Rasulullah SAW. Tujuh hal yang merupakan syarat bahagianya hidup di dunia adalah:

  1. Al Qalbun Syakirun (Hati yang selalu bersyukur)

Hati yang selalu memiliki rasa syukur dengan segala nikmat yang Allah SWT telah berikan merupakan salah satu kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup. Meskipun telah dituliskan juga pada Surah Al Fajr ayat 15 dan 16 bahwa tabiat manusia adalah: “(15) Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: ‘Tuhanku telah memuliakanku’. (16) Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: ‘Tuhanku menghinakanku’.”, sesungguhnya banyak sekali nikmat dari Allah SWT yang hadir tanpa kita sadari pada kehidupan kita. Bahkan Allah SWT pun telah berfirman bahwa Allah SWT telah memberikan nikmat kepada kita yang kita tidak akan mampu menuliskan dan menghitungnya. Namun memang ada kalanya terjadi hal-hal yang membuat kita sedih selama hidup kita, namun itu semata-mata juga merupakan kebaikan untuk kita dari Allah SWT, dengan segala hikmah dibalik setiap kejadian tersebut.

Nabi Muhammad SAW memberikan contoh dua do’a. Do’a yang pertama adalah ketika kita diberikan kesenangan maka hendaknya kita membaca: “Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmushshalihaat” yang artinya segala puji bagi Allah, dengan nikmat-Nyalah segala kebaikan menjadi sempurna. Do’a yang kedua adalah ketika ditimpa hal yang tidak menyenangkan maka Nabi Muhammad SAW berdoa:”Alhamdulillahi’ala kulli hal”, yang berarti segala puji bagi Allah, atas segala keadaan.

  1. Al Azwaju Shalihah (Pasangan suami/istri yang sholeh/sholehah)

Salah satu tanda bahagianya hidup di dunia adalah mendapatkan pasangan yang soleh/solehah. Suami atau istri yang soleh/solehah akan senantiasa saling mendoakan dan menasehati dalam kebaikan. Seperti firman Allah SWT di Surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

  1. Al Auladun Abrara (Anak yang berbakti kepada kedua orang tua)

Puncak kebahagiaan sebagai orang tua adalah ketika melihat anak-anak berbakti kepada mereka. Di antara beberapa do’a yang terbaik untuk mendo’akan agar keturunan kita menjadi anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua adalah do’a-do’a yang tertulis di Al-Quran. Do’a pada surah Al Furqan ayat 74: “Rabbana hablana min azwajina wa zurriyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqiina imaama” yang artinya “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Selain itu juga ada do’a Nabi Zakariya ketika ingin dikaruniai keturunan pada surah Ali Imran ayat 38: “…rabbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samii’u ddu’aa”, yang artinya “…Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”.

Kemudian ada pula do’a indah Nabi Ibrahim ketika ingin dikaruniai anak: “Rabbi hablii min ash-shalihiin”, artinya: Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh (Surah As Shaffat ayat 100). Lalu do’a Nabi Ibrahim AS ketika mendo’akan keturunannya agar senantiasa mendirikan sholat: “Rabbij’alni muqimassholati wa min dzuriyyati robban wa taqobbal du’a”, artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (Surah Ibrahim ayat 40).

  1. Al Bi’atun Shalihah (Lingkungan yang baik)

Alangkah bahagianya hidup kita di dunia ini jika kita tinggal dengan lingkungan sekitar yang tentram serta kondusif bagi kita untuk beribadah dan membesarkan anak dengan baik. Lingkungan yang baik di sini dapat berarti tetangga yang saling ramah dan menghormati, serta minimal tidak ada hal-hal yang mengganggu ibadah kita kepada Allah SWT.

  1. Al Malun Halalun (Harta yang halal)

Harta yang halal adalah sumber dari keluarga yang diberkahi oleh Allah SWT serta merupakan awal dari tumbuhnya keturunan-keturunan yang soleh dan solehah. Contoh harta yang tidak halal bukan hanya dari hasil mencuri atau korupsi namun juga bekerja di tempat-tempat yang berhubungan dengan perilaku dosa, seperti bekerja di pabrik minuman keras, dan sebagainya. Sedangkan harta yang terbaik adalah harta yang didapat dari hasil kerja keras kita di jalan yang diridhoi dan dihalalkan oleh Allah SWT.

  1. Tafaqqu Fiddin (Semangat belajar dan memahami agama)

Rasulullah SAW bersabda, bahwa barangsiapa dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, Maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.

Ada alkisah pada jaman dahulu seorang anak di negeri Arab yang terlahir cacat pada lehernya. Ketika anak ini bergaul dengan teman-temannya di masa kecil, ia sering menjadi bahan olokan hingga ia sedih dan tidak dapat melakukan apa-apa. Namun sang ibunda selalu mengingatkan bahwa menuntut ilmu adalah suatu keharusan dan bisa membawanya keluar dari kesulitan. Kemudian anak tersebut tumbuh menjadi anak yang sangat rajin belajar dan tidak mudah menyerah. Sehingga pada akhirnya ia berhasil lulus perguruan tinggi dan kemudian menjadi seorang hakim yang paling termahsyur di jamannya selama 20 tahun.

Hal ini menegaskan bahwa penting bagi kita untuk memiliki semangat dalam menuntut ilmu dan terus mempelajari ilmu-ilmu Allah SWT yang sangat luas, sehingga Allah akan memberikan kebaikan bagi kita. Allah SWT juga akan menaikkan derajat kita bila kita beriman sekaligus berilmu.

  1. Umrun Mubarak (Umur yang barokah)

Apakah yang sudah kita lakukan selama hidup kita? Sudahkah kita menjadi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mengingatkan kita akan bagaimana kita sejatinya mengisi umur di dunia ini. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua hal yang akan menjadi sia-sia jika kita tidak mempergunakannya dengan baik, yaitu kesehatan dan waktu senggang. Kita hendaknya tetap terus bersemangat melakukan ibadah dan hal-hal yang disenangi Allah SWT semaksimal mungkin di saat kita masih sehat. Kita juga hendaknya mengisi waktu senggang kita dengan hal-hal yang bermanfaat.

Untuk itu, niat kita dalam melaksanakan segala hal yang baik di dunia ini perlu untuk selalu ditinjau ulang, karena hanya niat yang ikhlas semata-mata untuk Allah SWT lah yang akan dihitung sebagai tabungan pahala bagi kita pada hari perhitungan kelak.

Pengajian Wapena Innsbruck ditutup dengan sesi diskusi yang sangat menarik serta do’a bersama untuk kebaikan bayi Thareq agar menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada orang tua serta agama.

 

Semoga kita termasuk hamba Allah SWT yang mendapatkan kebahagiaan sejati di dunia dan di akherat, amin..

Kontributor: Sarrah Ayuandari

IMG_20150111_161218~2 IMG_20150111_161306

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.