WAPENA DAN KBRI/PTRI WINA SELENGGARAKAN SHOLAT IDUL ADHA

WAPENA DAN KBRI/PTRI WINA SELENGGARAKAN SHOLAT IDUL ADHA

Warga Pengajian Austria (Wapena), bekerja sama dengan Kedutaan Besar/Perutusan Tetap Republik Indonesia (KBRI/PTRI) Wina menyelenggarakan sholat Idul Adha, Selasa, 20 Juli 2021/10 Dzuhijjah 1442H, bertempat di halaman belakang gedung KBRI/PTRI Wina. Sholat yang dilaksanakan dalam dua gelombang ini, pukul 07.30 dan pukul 09.00, berlangsung khidmat, diikuti sekitar 160 jamaah termasuk Duta Besar RI untuk Austria, Slovenia dan PBB, Dr. Darmansjah Djumala beserta keluarga. Selain itu, hadir juga sejumlah diplomat KBRI, antara lain Koordinator Fungsi Politik, Arsi D. Firdausy dan Koordinator Fungsi Informasi/Diplomasi Publik, Ricky Ichsan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Wapena.

Sholat kali ini sekaligus merupakan sholat Ied pertama di era pandemi yang diselenggarakan oleh Wapena dan KBRI/PTRI. Tiga sholat Ied sebelumnya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha tahun 2020, serta Idul Fitri tahun 2021, tak dapat dilaksanakan karena terhalang pandemi. Sholat kali ini pun masih menghadapi berbagai pembatasan sesuai ketentuan pemerintah Austria, termasuk jumlah peserta maksimum 100 orang. Kondisi ini yang menjadi alasan panitia untuk membagi sholat dalam dua gelombang agar lebih banyak warga yang dapat mengikutinya. Peserta sholat juga diwajibkan melakukan pendaftaran, dan mematuhi protokol ketat Covid-19, termasuk wajib memenuhi salah satu dari ketentuan 3G (“geimpft, getestet, genesen”, atau sudah divaksinasi, menjalani tes PCR dengan hasil negatif, atau pernah terpapar Covid-19).

Bertindak sebagai imam dan khotib gelombang pertama adalah Ustadz H. Sugeng Haryanto, sedangkan imam/khotib gelombang kedua adalah Ustadz Wisnu Arfian. Kedua khatib menyampaikan khutbah yang berbeda, namun dengan tema yang sama yaitu mengenai makna Idul Adha di tengah situasi pandemi. Adapun laporan panitia Idul Adha disampaikan oleh Ketua Umum Wapena, Arya Gunawan Usis, sebelum dimulainya sholat gelombang pertama dan oleh Ketua Harian, Kabul Kurniawan, pada gelombang kedua.

MAKNA HAKIKI IDUL ADHA DI ERA PANDEMI

Dalam khutbahnya, Ustadz Sugeng Haryanto mengingatkan kembali nilai dan makna hakiki Idul Adha yakni pengorbanan, kesabaran dan keikhlasan Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya Ismail, sebagaimana diperintahkan oleh Allah. Pengorbanan, kesabaran dan keikhlasan ini pula yang perlu dimiliki umat Islam di tengah pandemi yang masih memprihatinkan, khususnya di tanah air.

“Tingkat kesabaran yang sangat tinggi, sebagaimana kesabaran Nabi Ibrahim ketika menerima perintah atau keputusan dari Allah, sangat diperlukan pada masa pandemi ini. Inilah manfaat penting yang bisa kita petik dari perayaan Idul Adha kali ini,” ujar Ustadz Sugeng dalam khutbahnya.

Ustadz Sugeng juga mengingatkan bahwa di balik setiap musibah yang merupakan takdir Allah, termasuk musibah pandemi ini, selalu tersedia kesempatan bagi setiap hamba-Nya untuk menempuh berbagai langkah sebagai ikhtiar mengurangi dampak musibah tersebut. Ustadz Sugeng menyebutkan tiga hal yang dapat dilakukan, yaitu mempertebal keimanan kepada Allah, menahan dan membatasi aktivitas khususnya yang melibatkan banyak orang, serta saling menguatkan dan tolong menolong.

Sementara itu Ustadz Wisnu Arfian dalam khutbahnya menyebutkan bahwa hadirnya ujian merupakan sunnatullah yang diberikan Allah kepada setiap umat-Nya, bahkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Tidak ada satu nabi dan rasul pun yang tidak diuji oleh Allah. Semua mereka mengalaminya, tanpa pengecualian. Ujian itu kini juga tengah dihadapi oleh umat manusia dalam bentuk pandemi Covid-19, yang menghadirkan kesedihan, ketakutan, dan kekhawatiran karena mengakibatkan sakit yang serius bahkan dapat merenggut jiwa orang-orang terdekat kita. Dalam situasi seperti ini, hendaknya umat Islam tetap berupaya memetik hikmah yang selalu dilekatkan oleh Allah di setiap keadaan. “Di antara hikmah itu adalah terhapusnya dosa dan naiknya derajat keimanan bagi yang sabar dan ikhlas menjalaninya. Bahkan, bagi mereka yang gugur, Allah sematkan gelar syahid di sisi-Nya,”kata Ustadz Wisnu Arfian.

Ustadz Wisnu menganjurkan jamaah agar menempuh langkah hal berikut ini sebagai tameng dalam menghadapi pandemi ini, yaitu memperkokoh iman dengan meyakini bahwa wabah ini adalah takdir Allah yang telah tertera di lauh mahfuzh, meningkatkan ketaqwaan, menjaga kesehatan, dan memperbanyak kegiatan sosial dengan membantu sesama termasuk saling mengingatkan menjaga protokol kesehatan, mendoakan sesama, dan memberi bantuan materi bagi orang lain yang membutuhkan.

DANA HEWAN QURBAN DAN WAKAF MASJID

Dalam laporannya, panitia menyebutkan bahwa dana yang diterima dari para pequrban Wapena sebesar 3.925 euro, berasal dari 16 warga. Dana ini setara dengan  2 6/7 (dua enam pertujuh) sapi dan sembilan kambing, yang disalurkan melalui Human Initiative sebagai mitra kerja sama Wapena untuk pelaksanaan ibadah qurban tahun ini. Daging qurban dari warga Wapena dibagikan oleh Human Initiative kepada warga Muslim yang berkekurangan, di  sejumlah kawasan di provinsi NTT. Panitia megucapkan terima kasih kepada para pequrban dan mendoakan agar Allah meridhoi dan membalas ibadah para pequrban dengan berbagai berkah dan kebaikan berlipat ganda.

Ucapan terima kasih juga disampaikan panitia kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsih dalam berbagai bentuk sehingga kegiatan sholat dapat terlaksana, termasuk dukungan dari KBRI/PTRI Wina yang menyediakan berbagai fasilitas, serta paket konsumsi untuk dibawa pulang oleh para jamaah seusai sholat.

Panitia juga mengimbau warga Wapena agar dapat memberikan donasi secara rutin dan berkesinambungan, untuk mendukung berbagai kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pengurus Wapena. Selain itu, panitia juga menyampaikan rencana pengurus yang dalam waktu dekat akan kembali melakukan kegiatan penggalangan dana wakaf pembelian masjid, dan mengharapkan agar warga dapat mendukung kegiatan tersebut.

Sebagai bagian dari kegiatan sholat, panitia mengedarkan kotak amal untuk memberi kesempatan bersedekah kepada para jamaah. Jumlah total dana yang terkumpul dari para jamaah melalui kotak amal ini sebesar 1.331,92 euro.***

(Tim Publikasi Wapena)

Sholat Idul Adha (20 Juli 2021)

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وِللهِ الحَمْدُ

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd

Wapena, bekerja sama dan dengan dukungan serta fasilitas dari KBRI, akan menyelenggarakan sholat Idul Adha, yang insya Allah berlangsung pada:

🗒️ Hari/Tanggal: Selasa, 20 Juli 2021

⏰ Waktu:
Kloter 1: pukul 07.30 CEST
Kloter 2: pukul 09.00 CEST

Tempat:
Halaman belakang KBRI/PTRI
Gustav-Tschermak-Gasse 5-7, Wina 1180

Imam/Khatib:
Ustadz H. Sugeng Haryanto (kloter 1)
Ustadz Wisnu Arfian (kloter 2)

Pelaksanaan sholat mengikuti ketentuan berikut ini:

1) Jumlah total jamaah setiap kloter maksimum 100 orang;
2) Menjaga jarak satu meter;
3) Mengenakan masker;
4) Membawa sajadah sendiri dan sudah berwudhu dari rumah masing2;
5) Jamaah berusia enam tahun ke atas wajib membawa dan menunjukkan dokumen sebagai bukti telah memenuhi salah satu dari persyaratan 3G (“geimpft, getestet, genesen”), yaitu:
a) sudah divaksinasi:

  • sekurang-kurangnya sudah memasuki hari ke-22 sejak vaksinasi (untuk semua jenis vaksin);
  • untuk vaksin selain J&J, dan yang bersangkutan belum menerima dosis kedua, maka masa berlakunya tidak boleh lebih dari tiga bulan terhitung sejak vaksinasi dosis pertama.
    b) hasil negatif tes PCR, tidak lebih dari 72 jam sejak tes dilakukan;
    c) sudah pernah terkena Covid-19.

6) Tidak ada acara ramah-tamah seusai sholat. KBRI akan menyediakan kotak makanan ringan di dekat pintu gerbang, untuk dibawa oleh para jamaah saat meninggalkan KBRI.
7) Jamaah diminta dengan hormat untuk tidak berkumpul/berkerumun saat baru tiba di KBRI, saat menjelang dan setelah sholat, maupun saat menjelang pulang/meninggalkan KBRI.

Untuk memastikan jumlah total masing2 kloter tidak melewati batas maksimum 100 orang, maka setiap peserta (termasuk anggota keluarga yang akan mengikuti sholat) wajib melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan mengisi lengkap formulir secara online melalui tautan/link berikut ini:

https://s.id/SholatIed

Setelah selesai melengkapi formulir, pendaftar akan menerima konfirmasi di ujung proses (juga dikirim ke alamat email pendaftar) berupa kode QR dalam format PDF. Harap mendownload bukti/konfirmasi pendaftaran ini (bisa disimpan di HP), untuk dibawa dan ditunjukkan bersama bukti 3G ke panitia sholat di pintu gerbang KBRI/PTRI Wina.

Semoga Allah meridhoi dan membimbing kita semua, serta memberikan kesehatan dan keluangan waktu untuk bersama-sama menunaikan sholat Idul Adha sesuai dengan informasi dan ketentuan ini.

Terima kasih atas perhatian dan pengertiannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Pengurus/Tim Idul Adha Wapena

Program Qurban Idul Adha 1442 H

Assalamu’alaikum wr. wb. Bapak/Ibu/Saudara/i warga Wapena

Alhamdulillah, kita sudah memasuki hari-hari awal di bulan Juli, beberapa pekan menjelang Idul Adha 1442H yang insya Allah akan jatuh pada tanggal 20 Juli. Tibalah saatnya bagi kita untuk kembali menjalankan perintah qurban, sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

“Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya shalatku, nusuk/ibadah qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam.  Tidak ada sekutu bagi-Nya, aku diperintahkan seperti itu dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri.” (QS. Al-An’am: 162)

Keutamaan ibadah qurban ini yang menjadi pendorong semangat kami untuk membantu warga Wapena menunaikan qurban dengan cara relatif mudah dan ringan. Pada tahun ini, Wapena menjalin kerja sama dengan Human Iniatiative (yang sebelumnya bernama Pos Keadilan Peduli Umat atau PKPU), satu organisasi terpercaya di Indonesia yang hampir seperempat abad bergiat di bidang sosial dengan cakupan nasional dan global, termasuk dalam menyelenggarakan ibadah qurban. Melalui program “InsyaAllah Qurban”, HI akan menyalurkan hewan qurban ke berbagai wilayah di Indonesia dan sejumlah negara lainnya, seperti Myanmar, Suriah, Palestina dan beberapa negara di Afrika. Program ini tentu akan sangat berarti dalam membantu mereka yang membutuhkan untuk dapat merasakan nikmatnya menyantap daging, terlebih lagi di masa-masa prihatin akibat pandemi.

Dalam mendukung program “InsyaAllah Qurban”, panitia qurban Wapena akan mengumpulkan dana dari warga yang berniat berqurban. Hewan qurban yang diperoleh dari dana ini, akan dibagikan oleh HI ke warga yang membutuhkan, di wilayah yang dipilih oleh Wapena (insyaAllah di Nusa Tenggara Timur yang memang sangat berkekurangan).

Mengingat situasi pandemi yang sangat memprihatinkan di tanah air, pihak HI memberikan jaminan bahwa proses penyembelihan hewan qurban dilakukan tanpa mengundang kerumunan, dan pembagian daging qurban juga dilakukan langsung dari pintu ke pintu kediaman para warga yang menerimanya. Prosedur yang sama sudah dijalankan oleh HI sejak Idul Adha pertama di masa pandemi, di tahun 2020 lalu.

Berikut jenis dan harga hewan qurban yang tersedia (sudah termasuk biaya distribusi hewan ke wilayah sasaran, pemotongan, dan pelaporan):

1. Sapi (berat ± 270 kg): EUR 140 untuk 1/7 (sepertujuh) bagian. Untuk satu hewan sapi utuh: EUR 980                                                                     

2. Kambing/domba (berat ± 23 kg): EUR 125 untuk satu hewan utuh.

Dana qurban dapat ditransfer ke rekening atas nama Bapak Said Taufik Ridha (Tim Keuangan Wapena; WhatsApp +43 676 3541138), *paling lambat Jumat, 16 Juli 2021/6 Dzulhijjah 1442H*:

Bank Raiffeisen

IBAN: AT94 3200 0000 1181 1148.

Mohon dilengkapi dengan maksud/tujuan, misalnya: “Dari Bapak/Ibu Fulan, untuk qurban 1/7 bagian sapi”, atau “Dari Bapak/Ibu Fulan, untuk qurban satu sapi/kambing/domba utuh”.

Informasi dan konfirmasi transfer dapat menghubungi nomor WA di atas.

InsyaAllah laporan penyelenggara qurban Wapena akan disampaikan beberapa hari setelah Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk menyalurkan qurban melalui Wapena/Human Initiative. Semoga ibadah qurban Bapak/Ibu/Saudara/i semua mendapatkan ridho dan ganjaran kebaikan dari Allah. Aamiin ya rabbal ‘aalamiin.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Panitia Qurban Wapena

Tentang Human Initiave:

HI merupakan satu organisasi sosial Indonesia yang berdiri sejak tahun 1999, dahulu dikenal dengan nama Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). Jangkauan kegiatan HI terbilang luas, dilakukan melalui 13 kantor cabang di Indonesia, tiga kantor cabang di luar negeri (Inggris, Australia, dan Korea Selatan), dan perwakilan di 13 negara (antara lain Jepang, Malaysia, Saudi Arabia, Jerman, Belanda, Turki, Amerika). HI telah berpengalaman selama bertahun-tahun menyelenggarakan kegiatan qurban, dan menyalurkan hewan qurban ke seluruh wilayah Indonesia dan berbagai belahan dunia yang tergolong miskin atau kekurangan pangan, juga ke wilayah yang dilanda konflik seperti Somalia, Myanmar, Suriah, dan Palestina.

“COURTESY CALL” DELEGASI WAPENA KE DUTA BESAR DR. DARMANSJAH DJUMALA

Delegasi Wapena yang terdiri dari Dewan Penasehat dan Pengurus baru masa bakti 2021-2022 melakukan “courtesy call” (kunjungan kehormatan) kepada Duta Besar Austria (merangkap Slovenia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa), Dr. Darmansjah Djumala, Minggu, 20 Juni. Dalam acara virtual melalui zoom yang dimulai pukul 10.00 CEST dan berlangsung sekitar 1,5 jam itu, delegasi Wapena memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan program kerja kepada Duta Besar, dilanjutkan arahan dari Duta Besar yang secara ex officio merupakan Pelindung dalam struktur organisasi Wapena.

Dalam pertemuan itu, Arya Gunawan Usis selaku Ketua Umum Wapena memperkenalkan seluruh anggota delegasi yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia lintas generasi yang tinggal di Wina dan beberapa kota lainnya di Austria. Selain itu disampaikan juga secara singkat program kerja yang akan dilaksanakan oleh kepengurusan baru selama satu tahun ke depan, termasuk mengenai divisi khusus yang bertanggung jawab dalam program percepatan pembelian masjid Indonesia.

Dalam arahannya Dubes Dr. Darmansjah Djumala menegaskan komitmen dan dukungan penuh KBRI terhadap program kerja Wapena. Dubes mengingatkan agar pengurus Wapena selalu memegang teguh mandat utamanya yaitu menyebarkan syiar Islam berlandaskan tiga pilar utama ukhuwah (persaudaraan) yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathoniah (persaudaraan sesama warga sebangsa Indonesia), dan ukhuwah insaniyah basyariah (persaudaraan sesama umat manusia).

Dubes juga memberikan apresiasi terhadap prakarsa pembentukan satuan tugas (satgas) khusus percepatan pembelian masjid, dan menyebutkan bahwa KBRI akan memberikan dukungan dalam bentuk “paving the way” atau membukakan jalan bagi satgas untuk menghubungi sejumlah pihak yang berpeluang menjadi donatur untuk menambah dana pembelian masjid Wapena. “KBRI akan membantu membukakan jalan. Setelah itu, Wapena sebagai organisasi harus menyiapkan dan mengirimkan dokumen yang diperlukan kepada pihak-pihak yang potensial memberikan sumbangan,” ujar Dubes Dr. Darmansjah Djumala.

Dubes menilai program kerja Wapena selama ini telah berjalan sangat baik, berlandaskan pada transparansi dan akuntabilitas terutama dalam hal keuangan. Dubes menekankan pentingnya pengurus baru Wapena melanjutkan kebiasaan menjunjung tinggi transparansi dan akuntablitas ini, untuk menjamin berlangsungnya good governance (praktek penyelenggaraan organisasi yang baik), disertai niat untuk terus menjaga komitmen dan semangat dalam mewujudkan visi dan misi Wapena.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes juga menyatakan kesediaannya untuk menjadi narasumber di acara perdana “Meet the Leader”, satu kegiatan baru yang dilaksanakan oleh Divisi Leadership Academy/Learning Centre yang juga merupakan divisi baru di kepengurusan periode 2021-2022 ini. Acara “Meet the Leader” akan menghadirkan para pemimpin maupun mantan pemimpin dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta untuk berbagi mengenai berbagai aspek kepemimpinan berdasarkan pengalaman langsung mereka sebagai pemimpin.

Acara courtesy call itu dihadari oleh empat dari lima orang yang duduk di Dewan Penasehat, termasuk Sugeng Haryanto selaku Ketua Dewan Penasehat dan Andi Ahmad Junirsah yang merupakan Ketua Umum Wapena periode sebelumnya. Dari total 27 orang anggota tim Pengurus, yang hadir 25 orang, termasuk Wakil Ketua Ricky Ichsan dan Ketua Harian Kabul Kurniawan.

(Tim Publikasi Wapena)

PERTEMUAN PLENO PERDANA PENGURUS WAPENA

Kepengurusan baru Wapena masa bakti April 2021 – Maret 2022 mengadakan pertemuan pleno perdana, Kamis, 17 Juni 2021. Pertemuan virtual yang dilakukan melalui zoom tersebut diisi dengan acara perkenalan di antara sesama pengurus, serta pemaparan singkat tugas dan fungsi serta program kerja setiap Divisi yang disampaikan oleh Ketua Umum.

Kepengurusan baru ini terdiri Ketua Umum, Wakil Ketua, Ketua Harian, Kesekretariatan, Keuangan dan sembilan Divisi yaitu Program Percepatan Pembelian Masjid; Konsumsi; Publikasi/Dokumentasi/Hubungan Masyarakat; Sarana Teknis; Sarana Non-Teknis; Kajian; Leadership Academy/Training Centre; Badan Semi Otonom Taman Pendidikan Alquran (BSO TPA); dan BSO Usaha/Toko.

Total ada 27 orang anggota pengurus, 13 di antaranya merupakan wajah baru yang belum pernah terlibat di struktur kepengurusan Wapena pada periode-periode yang lalu. Para anggota pengurus ini berasal dari berbagai unsur masyarakat umum, diplomat di KBRI Wina, para karyawan di lembaga nasional/internasional, serta para mahasiswa.

Divisi Program Percepatan Pembelian Masjid dan Divisi Leadership Academy/Learning Centre merupakan dua divisi baru yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan saat ini. Divisi Percepatan Pembelian Masjid mengemban tugas utama untuk mempercepat terwujudnya rencana pembelian masjid Wapena. Sedangkan Divisi Leadership Academy/Learning Centre dimaksudkan sebagai wadah pengembangan sumberdaya manusia Wapena melalui tiga kegiatan utama yang akan dilaksanakan oleh Divisi tersebut yaitu pelatihan berbagai keterampilan praktis, As-Salam Leader’s Talk (yang digagas oleh kepengurusan periode sebelumnya), dan Meet the Leader. Acara yang disebutkan terakhir ini akan menghadirkan para pemimpin/mantan pemimpin dari berbagai lembaga pemerintah maupun swasta untuk membagikan pengalaman mengenai berbagai aspek kepemimpinan sesuai dengan apa yang mereka alami secara langsung.

(Tim Publikasi Wapena).

Kajian Tarhib Ramadhan & Launching Semarak Ramadhan di Austria

Assalammua’alaikum Wr. Wb.

Marhaban ya Ramadhan, bulan suci penuh berkah akan tiba. Saatnya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya, menjauhi keburukan dan memperbanyak ibadah.

Menyambut datangnya Ramadhan 1442H, WAPENA InsyaAllah akan mengadakan “Launching Semarak Ramadhan di Austria” sekaligus kajian Tarhib Ramadhan bertemakan

“Agar Ramadhan Indah Bersemi”
Bersama
Ust. Dr. Didik M. Nur Haris, Lc, MSh.

Gabung bersama kami di
🎙️Zoom: bit.ly/tarhibWapena

Insya Allah acara ini juga akan disiarkan secara Live melalui
🔴 Youtube: WapenaOnline

Waktu:
🗒️ Ahad, 11 April 2021
⏰ 14.00-15.45 CEST
🕰️ 19.00-20.45 WIB

Wassalammua’alaikum Wr. Wb.

Tata Laksana Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19

Panduan Tata Laksana Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19

Idul Fitri secara bahasa artinya: Hari raya untuk berbuka, yaitu kembali makan, minum dan kebutuhan biologis lainnya, setelah menahan hal tersebut selama sebulan lamanya. Secara filosofis dimaknai sebagai hari raya kemenangan, kebahagiaan dan kesyukuran atas keberhasilan menjalankan amaliah ibadah Ramadhan dalam beragam bentuknya, dengan sebaik-baiknya. Karenanya harus berbuka (iftar: Fitr) dan diharamkan untuk berpuasa pada hari tersebut.

Allah swt mengingatkan akan anugerah hari raya Idul Fitri kepada orang beriman, dengan perintah memperbanyak takbir, tahmid dan tahlil sebagai wujud kesyukuran atas hidayah dan bimbingan Allah swt sepanjang pelaksanaan ibadah agung di Bulan Ramadhan,

 وَلِتُكۡمِلُوا۟ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur”. (QS. Al-Baqarah: 185)

Para ulama tafsir memahami makna ‘Dan mengagungkan Allah swt atas petunjukNya‘ sebagai perintah bertakbir di hari raya Idul Fitri, sejak terlihat atau ditetapkan hilal 1 Syawwal hingga Imam memimpin shalat atau naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Idul Fitri.

Dalam riwayat, Nabi saw mencontohkan dengan keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai shalat selesai dijalankan. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf)

Sahabat Rasulullah saw yang sangat ketat mengikuti semua perilaku dan perbuatan Rasulullah saw juga meniru praktek Rasulullah saw. Dari Nafi: “Ibn Umar bertakbir pada hari Idul Fitri ketika keluar rumah sampai tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.” (HR. Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)

Demikian juga seorang tabi’in, Muhammad bin Ibrahim menginformasikan tentang sahabatnya: “Dahulu Abu Qatadah berangkat menuju lapangan pada hari raya Idul Fitri, kemudian bertakbir. Beliau terus bertakbir sampai tiba di lapangan.” (Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)

Berdasarkan panduan amaliah Rasulullah saw, sahabat dan tabi’in di atas, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak takbir mengagungkan Allah swt. Sehingga esensi dari Idul Fitri adalah bertakbir mengagungkan Allah atas petunjukNya, serta mensyukuri karuniaNya dalam bentuk makan, minum dan kebutuhan biologis lainnya, sebagai pertanda berakhirnya puasa Ramadhan.

Takbir yang biasa dijalankan oleh kita merujuk kepada contoh dari sahabat Abdullah bin Mas’ud ra, dalam dua riwayatnya:

أ‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

ب‌- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

 (Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam kitab Al Mushannaf)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar

Laa Ilaaha illallahu wallahu akbar

Allahu akbar wa lillahil hamd

Namun dalam rangka menguatkan semangat bertakbir dan kebersamaan syi’ar Idul Fitri, Rasulullah saw menganjurkan untuk menunaikan shalat dua rakaat yang disebut dengan nama hari tersebut, yaitu Shalat Idul Fitri.

Shalat Idul Fitri disepakati hukumnya Sunnah Mu’akkadah, dalam arti sangat dianjurkan, mengingat keagungan hari tersebut.  Tempat yang paling afdhol adalah lapangan, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw atau masjid tempat berkumpul dan beribadahnya orang banyak.

Namun dalam kondisi tertentu yang dikategorikan ‘Udzur Syar’i’ (Udzur yang dibenarkan syariat), udzur yang di luar kemampuan manusia, seperti musibah, bencana dan keadaan darurat lainnya, termasuk saat wabah pandemi Covid-19, maka shalat Idul Fitri dapat dijalankan atau tidak dijalankan. Dapat pula dijalankan di rumah bersama keluarga atau sendirian. Tata cara mendirikan shalat Id tidak berbeda dengan shalat-shalat lainnya kecuali pada niat dan penambahan takbir zawaid (takbir tambahan) tujuh kali pada raka’at pertama dan lima kali pada raka’at kedua.

Tata Cara Shalat Idul Fitri:

1. Niat Shalat Idul Fitri

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca Doa Iftitah

4. Takbir (takbir zawa-id) sebanyak tujuh kali. Di antara setiap takbir, membaca kalimat tasbih yakni:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallahi wal hamdulillahi wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar

Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Bacaan setelah setiap takbir ini tidak dibatasi dengan bacaan di atas saja.

5. Setelah akhir takbir ke tujuh, membaca surat Al Fatihah

6. Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya (disunnahkan membaca surat Al-A’la)

Jika seorang makmum, maka cukup menyimak surat lainnya yang dibacakan oleh imam.

7. Ruku’ dengan thuma’ninah

8. I’tidal dengan thuma’ninah

9. Sujud dengan thuma’ninah

10. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah

11. Sujud kedua dengan tuma’ninah

12. Bangkit dari sujud dan bertakbir

13. Takbir (takbir zawa’id ) lagi sebanyak lima kali, di antara takbir membaca kalimat tasbih seperti di atas kembali

14. Membaca surat Al Fatihah

15. Dilanjutkan dengan membaca surat lainnya (disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah)

Sama seperti sebelumnya.

16. Ruku’ dengan thuma’ninah

17. I’tidal dengan tuma’ninah

18. Sujud dengan thuma’ninah

19. Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah

20. Sujud kedua dengan thuma’ninah

21. Duduk tasyahud dengan thuma’ninah

22. Salam

23. Mendengarkan khutbah (Meskipun hukum mendengarkan khutbah itu sunnah)

Khutbah Idul Fitri

Mayoritas Ulama sepakat, hukum khutbah shalat Idul Fitri adalah sunnah. Karenanya, pelaksanaannya adalah setelah shalat, berbeda dengan khutbah jum’at. Malah jika dilakukan sebelum shalat Idul Fitri, maka tidak dianggap dan mengulanginya setelah shalat. Kesunnahan khutbah tersebut berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas ra:

شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَكُلُّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

“Aku menghadiri shalat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum. Semua mereka melakukan shalat sebelum khutbah” [HR. Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346]

Ibnu Umar juga meriwayatkan:

شَهِدْتُ الْعِيدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَكُلُّهُمْ كَانُوا يُصَلُّونَ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

“Aku menghadiri salat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘anhum. Semua mereka melakukan shalat sebelum khutbah” [HR. Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346]

Disunnahkan memulai khutbah dengan takbir, khutbah pertama bertakbir sembilan kali dan khutbah kedua bertakbir sebanyak tujuh kali. Takbir tersebut bukan merupakan inti dari khutbah namun hanya mukaddimah saja. Khutbah dianjurkan berisi pembahasan mengenai keimanan, ketakwaan, amal shalih, khususnya dikaitkan dengan kondisi kontemporer sebagai panduan dan nasihat untuk jama’ah shalat.

Menghadiri dan mendengarkan khutbah Idul Fitri juga dihukumi sunnah, sesuai dengan hukum khutbah itu sendiri. Pilihan tersebut berdasarkan riwayat Abdullah bin Sa’ib:

إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ

“Sesungguhnya ketika kami akan berkhutbah, barangsiapa yang ingin tetap duduk untuk mendengarkan maka duduklah dan siapa yang hendak pergi maka pergilah”.

Imam Ibnu Qayyim –rahimahullah– berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan bagi yang menghadiri salat Idul Fitri untuk tetap duduk mendengarkan khutbah atau keluar karena ada keperluan syar’i”. Dalam keadaan udzur syar’i berupa Covid-19, maka jika shalat Idul Fitri dijalankan di rumah dan sendirian, cukuplah tidak dilanjutkan khutbah. Namun jika di rumah dengan beberapa keluarga, maka disunnahkan untuk disampaikan khutbah Idul Fitri jika keadaan memungkinkan atau jika tidakpun tidak mengapa. Wallahu A’lam.

Silakan unduh versi pdf disini

PEMBERITAHUAN LANJUTAN

PEMBERITAHUAN LANJUTAN

  1. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, merujuk kepada kebijakan Pemerintah Federal Austria dan IGGÖ terkait penanganan Coronavirus, maka mulai tanggal 15 Mei 2020 kegiatan keagamaan di Rumah-rumah Ibadah di wilayah Austria telah diperbolehkan dengan persyaratan kebersihan dan keselamatan yang sangat tinggi.
  2. IGGÖ telah mengeluarkan Panduan Umum mengenai Pembukaan Kembali Masjid Secara Bertahap.
  3. Terkait persyaratan kebersihan dan keselamatan yang sangat tinggi, maka hal tersebut harus dipenuhi oleh para pengurus masjid sebelum mereka mengaktifkan kembali kegiatan-kegiatan harian di masjid mereka.
  4. Setelah mempertimbangkan aspek-aspek kesehatan dan keselamatan yang merupakan prioritas utama, maka diputuskan bahwa Masjid AS-SALAM WAPENA akan tetap DITUTUP hingga hari Minggu, tanggal 24 Mei 2020.
  5. Hingga tanggal tersebut di atas, maka TIDAK ADA kewajiban Sholat Jum’at untuk para warga WAPENA dan diharapkan untuk tetap melaksanakan Sholat Zhuhur di rumah masing-masing.
  6. Juga diputuskan bahwa kegiatan Ramadhan 1441 H tetap diadakan di rumah masing-masing dengan mengikuti kajian-kajian online yang telah diumumkan dan Sholat Tarawih dilaksanakan sendiri atau berjamaah di rumah. Sholat Idul Fitri 1441 H di luar rumah juga DITIADAKAN. Sholat Idul Fitri bisa diadakan di rumah masing-masing.
  7. Demikian, pemberitahuan ini dibuat dan harap maklum.

Terimakasih atas perhatiannya.

A.n. Pengurus WAPENA

PEMBERITAHUAN 30/04/2020

PEMBERITAHUAN

Merujuk kepada kebijakan Pemerintah Federal Austria terkait penanganan Coronavirus, maka mulai tanggal 15 Mei 2020 kegiatan keagamaan di Rumah-rumah Ibadah di wilayah Austria telah diperbolehkan dengan persyaratan kebersihan dan keselamatan yang sangat tinggi.

IGGÖ sebagai institusi resmi Agama Islam di Austria akan memberikan pemberitahuan terkait langkah pembukaan kembali masjid secara bertahap di beberapa minggu ke depan.

Untuk saat ini, mari kita tetap melaksanakan sholat dan buka puasa di rumah masing-masing.

Pemberitahuan selanjutnya akan menyusul.

Terimakasih atas perhatiannya.

A.n. Pengurus WAPENA

PEMBERITAHUAN

Pemberitahuan

merujuk kepada kebijakan Pemerintah Federal Austria terkait penanganan Coronavirus, maka diputuskan bahwa Masjid AS-SALAM WAPENA akan tetap ditutup hingga tanggal 30 April 2020.

Jika ada perubahan di kemudian hari, tentunya pemberitahuan lebih lanjut akan disampaikan.

Terimakasih atas perhatiannya.

A.n. Pengurus WAPENA