Kajian Ramadhan 1432H – Episode 2


Kajian Ramadhan 1432H Wapena episode 2 kali ini diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2011 dengan tajuk Keutamaan dan fiqih Ramadhan: Berburu keridhaan Allah di bulan Ramadhan

QS al-Bayyinah, surat ke 98 ayat 5 sampai 8, menjelaskan bahwa menaati Allah dengan menjalankan agamanya selain melaksanakan ibadah-ibadah seperti shalat dan menunaikan zakat, juga diperlukan keikhlasan. Keikhlasan memiliki dua dimensi, yaitu terkait hubungan dengan Allah SWT (hablum min Allah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum min an-naas).

Keikhlasan kepada Allah sangat erat kaitannya dengan pemberian-Nya yang tidak terhitung dalam kehidupan setiap manusia, sehingga ketaatan manusia kepada-Nya merupakan suatu keniscayaan yang seharusnya dijalankan dalam segala aspek kehidupan. Misalnya saja nikmat sehat yang sering kali terlupa untuk disyukuri sehingga manusia yang paling mampu mensyukuri adalah yang sedang ‘kehilangan’ kesehatannya. Balasan atas segala amal manusia di dunia pun amatlah bergantung pada kemurahan-Nya, misalnya seperti pahala kebaikan yang dinilai sepuluh kali lipatnya, sementara kejahatan bernilai satu saja.

Sementara ikhlas dalam hubungannya dengan sesama manusia menurut Imam Hasan al Bashri dapat didefiniskan sebagai berikut:
– Memberi kepada orang yang tidak pernah memberi kepada kita
– Memaafkan orang yang senantiasa menyakiti kita

Dua dimensi ikhlas ini saling menopang satu sama lain. Keikhlasan kepada Allah SWT hanya diketahui kadarnya oleh Allah SWT, sementara keihklasan perbuatan terkait manusia lain terdapat pula tuntutan untuk menegakan kebenaran dan saling mengajak kepada kebaikan (watawashou bil haq, watawashou bishabri).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.