Menyambut Ramadhan 1432 di Wina

Sabtu, 30 Juli 2011, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1432H, KBRI Wina dipadati oleh warga yang berdatangan untuk menghadiri Majelis Menyambut Ramadhan yang diselenggarakan oleh Wapena bekerjasama dengan KBRI/PTRI Wina. Mejelis ini diisi dengan tausiah oleh Ustadz Desrial Anwar dari Bern Swiss dengan topik Persiapan memasuki bulan Ramadhan: Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam menyambut Ramadhan. Berikut ini ringkasan dan rekaman video nya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Ramadhan pada saat musim panas cukup berat untuk dilakukan, dikarenakan lamanya waktu dari sejak imsak sampai maghrib yang dapat mencapai 17 jam bahkan lebih. Tetapi ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak menghendaki kesukaran atas manusia dalam berpuasa (QS 2:185). Insya Allah puasa yang dilakukan akan membawa manfaat yang besar, dan dengan dengan keimanan dan kemauan yang teguh, puasa pada saat musim panas dapat dengan mudah dilakukan.

Tujuan berpuasa adalah untuk menjadikan kita insan yang bertakwa. Ciri-ciri insan yang bertakwa (QS 3:133-134) adalah:

    1. Senantiasa berinfak dalam keadaan sulit dan mudah.
    2. Dapat menahan marah. Puasa yang bernilai akan mendidik kita menjadi manusia yang dapat menahan marah.
    3. Mudah memaafkan orang lain, terutama kepada orang yang selalu menyakiti kita.
    4. Jika melakukan kesalahan, segera menyadari kesalahannya dan memohon ampun atas kesalahan tersebut.

Syurga tidak cukup hanya diraih dengan puasa, melainkan puasa dengan kesungguhan yang melahirkan manusia yang bertaqwa.

3 Comments

    Elly

    Terima kasih untuk video pengajian perdana ramadhan kali ini, sangat bermanfaat buat orang2 yang tidak bisa hadir langsung. Kalau boleh saran, sesi tanya jawab pasti juga tidak kalah menarik dan informatif .

      admin

      Terimakasih masukannya. Insya Allah selanjutnya sesi tanya jawab akan dimasukkan.

    Legallyaly

    Thanks much effortnya Mas Catur. Tidak saja bermanfaat bagi yang tidak datang, tetapi juga bagi yang datang, yang ingin mengulang dan mengingat kembali ceramah ustadz. Terobosan yang bagus. Selamat!

Leave a Reply to Elly Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.